wajar aku alap endung bapangku belagak nandie

dide na sombong ame masih ngandalkah bande pejadi

Ame jagok didekah tarap elang

Nak ilok mpung gi tunggal,lambat dek urung becerai jauh

mbak uwi pengarang rakit,timbul tengelam same same

pesan diwe kayangan tinggi,antak kah lemak nanggung kudai

ame kundu gabus,lame lame ngapung juge

anak tunggal ading banyak

didusun ditinggal kundang dirantau ampe melayang

dek tau ngiluk,i jangan merusak jadilah

Sabtu, 07 September 2013

Kumpulan Pribase ( Pribahasa ) Kab Lahat

A. 1. AWAK KECIK DUDUK DILUAN NYELINAP KEMENYAN BAPANG ADE.
    - Masih kecil duduk di tempat  orang tua, membakar menyan ayahnya hadir
Maksudnya, orang yang ingin menonjol, tidak melalui aturan sehinggah mengambil hak orang lain, orang yang tidak mengerti adat.

    2. AYIK DEK KEGHUH, IKAN DAPAT.
    - Air tidak keruh ikan didapat
Maksudnya, situasi tetap tenang, tujuan yang di maksud dapat tercapai. Biasanya orang yang penuh   kebijaksanaan.

    3. ANGAT - ANGAT TAI AYAM = Angat - angat seperti tai ayam
Maksudnya, orang yang bersemangat hanya sebentar, biasanya perkumpulan organisasi.

   4. AWAK GALAK MARE DIAJAK ,= Orang yang mau, di ajak lagi. Sudah kepengen di tawari lagi
      LAH GALAK MANGKE DIRASA NI.
Maksudnya, Seseorang yang sudah merindukan sesuatu atau seseorang pemidi yang sudah cinta, atau seorang pemuda yang memang menaruh hati tau- tau ada tawaran dari yang bersangkutan. Indonesianya pucuk dicinta ulam nung tiba.

   5. ANJING BUAS, BABI MELAWAN, BETEMU DI TANAH MUNGGU.
   - Anjing yang bertemu babi yang garang. bertemu di atas tanah yang meninggi ( gunung kecil ).
Maksudnya, Pertarungan yang sama - sama bernafsu dan sama - sama berkeinginan menundukkan lawan.

  6. AUS UMBAN DI JAMBAT = Haus jatuh di jambatan
Maksudnya, orang yang sudah menginginkan sesuatu, tiba- tiba bertemu dengan yang di inginkan itu.

  7. AWAK PANDAK NAK NGENTAM PAGU, PERCUN NDAK NIMBAK BULAN.
  - Tubuh( phisik ) yang pendek mau menerjang loteng. Petasan hendak menembak bulan.
maksudnya , orang yang bercita - cita yang tidak seimbang dengan modal ( kekuatan ).
  
  1. BIAWAK DIGIRING KEAYIK = Biawak digiring ke kali 
     GAJAH DI GIRING KE BE GHEMBAN= Gajah di giring ke kubangannya.
Maksudnya, orang yang sudah mau disuruh pula.

  2. BETUAH  NJADI BUAH = Betuah menjadi buah
     DIDE BETUAH BUNGE NDIE= Tidak betuah memang buah.
maksudnya, bila rencana atau cita - cita tercapai, memang itu yang di inginkan, tidak tercapai apa boleh buat.

  3. BELUM MASUK LA NGELUAGH = Belum dimasuki sudah mau keluar
maksudnya, selalu takut atau ragu - ragu dengan bayangan, belum menyerang sudah menyerah.

  4. BELUM BEPALU GEMELUDAK = belum berunding sudah ruwet.
     SATE BEPALU GEMELINTE = setelah berunding lebih ruwet
maksudnya, belum di mulai sudah ramai, setelai di mulai lebih rame lagi ( menjadi berita aktual ).

  5. BESISIK LAJU BEGHIUH = bersisik - sisik lalu di canangkan.
maksudnya, mau diam - diam karena masih perlu di rahasiakan atau karena sebab lain belum perlu dibicarakan. Akan tetapi, permasalahanya lalu terpaksa di canangkan atau di sebar luaskan.

  C. CALAK IKUK KERBAU = cerdik, seperti ekor kerbau.
maksudnya, orang yang suka berbuat atau berbicara, yang menurut dia pandai, cerdik, lihai, dsb. namun pada hakekatnya  perbuatan atau perkataannya itu adalah merugikan dirinya sendiri.

  D.1. DULUAN PACAK TIGHA TAU = Lebih dulu merasa pandai dari pada kenyataannya.
maksudnya, seseorang yang apriori atau orang yang mencanangkan informasi mentah.

    2. DIBUNUH KAH MATI, DI GANTUNG KAH TINGGI = di bunuh akan mati di gantung akan tinggi
maksudnya, penyerahan seseorang yang hutang dan belum ada jalan untuk membayarnya, terserah kepada yang menagih.

   3. DULULAH BEKETIK TIGHAH betelugh= lebih dulu suaranya dari pada bertelur ( ayam ).
maksudnya, seseorang atau sesuatu golongan yang gembar gembor terhadap sesuatu yang masih perlu di rahasiakan.

  4. DEGE DUGE KATOU= coba- coba seperti burung takou membikin sarang.
maksudnya, seseorang yang meraba - raba kekuatan lawan, kalu lembut di makannya dan kalau keras dia mundur.

  5. DIDE DI MAKAN SIKU= tidak memakai ukuran
maksudnya, pembicaraan atau tindakan seseorang atau sesuatu golongan yang tidak pada tempatnya ( dalam asal bunyi ).

  6. DIMANE PEGHIUK PECAH = dimana pehiuk pecah 
      DISITU TEMBIKAE TINGGAL= di situ tembikarnya tinggal
maksudnya, dimana cita - cita atau perjuangan yang tidak dapat lagi di teruskan, waktu itulah baru berhenti.

  7. DUE KERME BINTI MANDI= dua hasil burung binti mandi
maksudnya, sama dengan pribahasa Indonesia, sambil berenang minum air.

  8. DUDUK BATU BEDIGHI= duduk seperti batu
      kayu= berdiri seperti kayu
maksudnya, seseorang yang harus tetap sebagi penanggung jawab dalam suatu keluargga ( adat ).

  9. DULU GALAK NGAPAH NYAMOU= apa bila berjalan duluan siap basah
      KEDIAN GALAK BEBENTALAN=  apa  bila berjalan dibelakang siap memikul beban.


Rabu, 04 September 2013

kumpulan foto bukit serelo

















KABUPATEN LAHAT

Kabupaten Lahat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Lahat
Lambang Kabupaten Lahat
Lambang Kabupaten Lahat
Moto: Seganti Setungguan

Lokasi Sumatera Selatan Kabupaten Lahat.svg
Peta lokasi Kabupaten Lahat
Koordinat: 3,25° - 4,5° LS
102,37° - 103,45° BT
ProvinsiSumatera Selatan
Dasar hukumUU No. 22 Tahun 1948, UU No. 22 Tahun 1999
Tanggal-
Ibu kotaLahat
Pemerintahan
 - BupatiH. Saifudin Aswari Riva'i, SE.
 - DAURp. 566.788.216.000.-(2013)[1]
Luas4.233,26 km2
Populasi
 - Total369.974 jiwa (2010)
 - Kepadatan87,4 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon0731
Pembagian administratif
 - Kecamatan22
 - Kelurahan527 (14 kelurahan, 509 desa definitif, 4 desa persiapan)
 - Situs webhttp://www.lahatkab.go.id/
Kabupaten Lahat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan.

Batas wilayah[sunting]

UtaraKabupaten Muara Enim dan Kabupaten Musi Rawas
SelatanKabupaten Bengkulu Selatan dan Kota Pagar Alam
BaratKabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu
TimurKabupaten Muara Enim

Pembagian administratif[sunting]

Kabupaten Lahat dibagi menjadi 22 kecamatan dengan 527 kelurahan/desa (14 kelurahan, 509 desa definitif, 4 desa persiapan).
  1. Gumay Ulu
  2. Tanjung Tebat
  3. Jarai
  4. Kikim Barat
  5. Kikim Selatan
  6. Kikim Tengah
  7. Kikim Timur
  8. Kota Agung
  9. Lahat
  10. Merapi Barat
  11. Merapi Timur
  12. Merapi Selatan
  13. Mulak Ulu
  14. Pajar Bulan
  15. Muara Payang
  16. Gumay Talang
  17. Pulau Pinang
  18. Tanjung Sakti Pumu
  19. Tanjung Sakti Pumi
  20. Ulu Musi
  21. Pseksu
  22. Suka Merindu

Sejarah Lahat[sunting]

Sekitar tahun 1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti Lematang, Pasemahan, Lintang, Gumai, Tebing Tinggi dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat.
Pada masa bangsa Inggris berkuasa di Indonesia, Marga tetap ada dan pada masa penjajahan Belanda sesuai dengan kepentingan Belanda di Indonesia pada waktu itu pemerintahan di Kabupaten Lahat dibagi dalam afdelling (Keresidenan) dan onder afdelling (kewedanan) dari 7 afdelling yang terdapat di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 (lima) daerah onder afdelling dan afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, Kikim serta Pasemahan dengan 4 onder afdelling. Dengan kata lain pada waktu itu di Kabupaten Lahat terdapat 2 keresidenan. Pada tanggal 20 Mei 1869 afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir,serta Pasemah beribu kota di Lahat dipimpin oleh PP Ducloux dan posisi marga pada saat itu sebagai bagian dari afdelling. Tanggal 20 Mei akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Lahat sesuai dengan Keputusan Gebernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan No. 008/SK/1998 tanggal 6 Januari 1988.
Masuknya tentara Jepang pada tahun 1942, afdelling yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda diubah menjadi sidokan dengan pemimpin orang pribumi yang ditunjuk oleh pemerintah militer Jepang dengan nama Gunco dan Fuku Gunco. Kekalahan Jepang pada tentara sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 dan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Kabupaten Lahat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan UU No. 22 Tahun 1948, Kepres No. 141 Tahun 1950, PP Pengganti UU No. 3 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950. Kabupaten Lahat dipimpin oleh R. Sukarta Marta Atmajaya, kemudian diganti oleh Surya Winata dan Amaludin dan dengan PP No. 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dalam Tingkat I provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Lahat resmi sebagai daerah Tingkat II hingga sekarang dan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan diubah UU No. 32 Tahun 2004 menjadi Kabupaten Lahat.
Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Bukit Serelo disebut juga dengan Gunung Jempol karena bentuknya yang mirip dengan jempol tangan manusia. Pemandangan disekitar sangat mempesona, aliran Sungai Lematang seakan-akan mengelilingi bukit ini. Bukit Serelo merupakan bagian dari gugusan Bukit Barisan yang merupakan barisan bukit terpanjang di Pulau Sumatera.

Pariwisata[sunting]

Patung megalitik di jalan dari desa Pulauping ke desa Tinggihari (foto diambil di tahun 1933)

Sekolah Gajah Perangai[sunting]

Sekolah Gajah ini terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, lokasinya di kaki Bukit Serelo. Gajah-gajah tersebut dilatih supaya jinak dan dapat membantu pekerjaan manusia seperti mengankut barang-barang dan kayu. Tempat ini merupakan salah satu penangkaran gajah di Indonesia.

Sumber air panas Tanjung Sakti[sunting]

Bila anda singgah di Kecamatan Tanjung Sakti, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi lokasi ini. Sumber Air Panas Tanjung Sakti dapat ditempuh dari Ibukota Kecamatan sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Karena letaknya berada dekat dengan pusat keramaian Kecamatan Tanjung Sakti.
Penduduk sekitar atau pengunjung yang datang, sering membuat telur rebus hanya dengan merendamnya sekitar 5 menit dan menyiapkan garam atau merica bubuk, telur siap disantap. Anda tidak perlu repot-repot untuk membawa telur dari rumah, karena penduduk sekitar menjual telur dikarenakan adanya Sumber Air Panas ini. Letak Sumber Air Panas ini berada tepat dibawah jembatan yang setiap hari dilalui oleh masyarakat sekitar tepatnya di perbatasan antara simpang 3 dengan desa pagar bunga..selain itu masih ada juga tempat pemandian air panas lain d daerah tanjung sakti yang belum di ketahui oleh orang lain....

Air terjun Lawang Agung[sunting]

Salah satu potensi wisata yang berada di Kecamatan Mulak ulu ini layak untuk dikembangkan untuk menambah pendapatan daerah dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari jalan utama, lokasi Air Terjun Lawang Agung dapat dicapai dengan menggunakan mobil. Kondisi jalan menuju lokasi sekitar 500 m, dengan kondisi jalannya menurun dan berbatu-batu kecil.
Pada saat perjalanan ke lokasi melewati sekolah SD dan kebun kopi. Di sekitar lokasi, terdapat jembatan gantung. Aktifitas yang dapat dilakukan dilokasi ini adalah berenang, mancing dan jala ikan.
Dengan melengkapi fasilitas dan sarana umum seperti lahan parkir dan perbaikan kondisi jalan menuju lokasi, diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah dan penduduk sekitar.[2]

Rumah batu[sunting]

Lokasi wisata Rumah Batu terletak sekitar 80 km dari kota Lahat, tepatnya di desa Kota Raya Lembak Kecamatan Pajar Bulan. Rumah Batu ini merupakan salah satu benda megalitik yang pada dindingnya terdapat lukisan kuno berupa makhluk-makhluk aneh.

Batu macan[sunting]

Batu macan yang terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak zaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu: Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah dan Gumai Talang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penjaga situs setempat yakni Bapak Idrus, kisah adanya batu macan terkait dengan legenda si pahit lidah yang beredar di masyarakat. Pada waktu itu, si pahit lidah sedang berjemur di batu penarakan sumur tinggi. Pada saat sedang berjemur, si pahit lidah melihat seekor macan betina yang sering menggangu masyarakat desa, kemudian oleh si pahit lidah, macan tersebut di ingatkan agar tidak mengganggu masyarakat desa. Namun, macan tersebut tidak menuruti apa yang disampaikan oleh si pahit lidah. Padahal si pahit lidah sudah menasehati macan tersebut sampai tiga kali, sampai akhirnya si pahit lidah berucap “ai, dasar batu kau ni”. Akhirnya macan tersebut menjadi batu. Setelah diselidiki, ternyata macan tersebut adalah macan pezinah dan anak yang sedang diterkamnya adalah anak haram. Sedang macan yang ada di belakangnya adalah macan jantan yang hendak menerkam macan betina tersebut.
Apabila ada wanita disuatu desa diketahui berzinah, maka terdapat hal-hal yang harus dilakukan oleh si-wanita itu, yaitu: menyembelih kambing untuk membersihkan rumah, kemudian sebelum kambing tersebut dipotong, maka orang tersebut harus dikucilkan dari desa ke suatu daerah lain atau di pegunungan. Kemudian apabila wanita tersebut mengandung dan melahirkan, maka harus menyembelih kerbau. Setelah persyaratan tersebut dilakukan, maka wanita tersebut dapat diterima di masyarakat kembali.

Air terjun Bidadari[sunting]

Tidaklah mengherankan, mengapa Syuting Pembuatan Film “Si Pahit Lidah” yang terkenal itu mengambil setting di lokasi ini. Keindahan air terjun Bidadari memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain menyajikan keindahan alam yang alami, lokasinya pun tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Air Terjun Bidadari terletak di desa Karang Dalam, kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari kota Lahat.
Di sekitar lokasi air terjun tersebut, ada 3 Air Terjun (Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan air terjun Naga) lagi yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari.
Dengan dipandu penduduk sekitar yang sudah mengenal daerah tersebut, pengunjung dapat menikmati keindahan 4 air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnya. Pengunjung dapat mulai dari atas (air terjun Bidadari) sampai ke bawah (Air Terjun Naga), atau sebaliknya.

Pemekaran daerah[sunting]

Kabupaten Besemah[sunting]

Kecamatan yang mungkin bergabung dengan kabupaten ini:
  1. Muara Payang
  2. Jarai
  3. Tanjung Sakti Pumi
  4. Tanjung Sakti Pumu
  5. Pajar Bulan
  6. Suka Merindu
  7. Kota Agung
  8. Pulau Pinang
  9. Mulak Ulu
  10. Tanjung Tebat
  11. Gumai Ulu

Kabupaten Kikim Area[sunting]

Kecamatan yang mungkin bergabung dengan kabupaten ini meliputi:
Ibukota kabupaten ini yaitu Bunga Mas.